Menu

Mode Gelap

Headline · 31 Mar 2024 07:59 WIB

Bisnis Narkoba SS Didaerah Kabupaten Labuhanbatu Nomor Satu Se Sumut. APH dan Bandar Narkoba Cepat Kaya.


					Bisnis Narkoba SS Didaerah Kabupaten Labuhanbatu Nomor Satu Se Sumut. APH dan Bandar Narkoba Cepat Kaya. Perbesar

Keterangan : Gambar ilustrasi barang Narkotika jenis sabu.

Labuhanbatu.Cakra86.id – Melakukan bisnis Narkoba ( Narkotika red ) jenis Sabu Sabu putih kristal itu didaerah Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara memang sangat menggiurkan setiap orang. Kenapa tidak, ada tiga Kabupaten yang pertama adalah Kabupaten Labuhanbatu, kedua Kabupaten Labuhanbatu Utara ( Labura ) dan yang ketiga adalah Kabupaten Labubanbatu Selatan ( Labusel ).

Ketiga Kabupaten ini rentan dengan bisnis perederan Narkoba jenis Sabu Sabu yang diperjual belikan kepada masyarakat sebagai peminat mengkomsumsi Narkotika jenis sabu sabu ini.

Kabupaten Labubanbatu Selatan telah memiliki wilayah hukumnya yaitu Polres Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara (Mapoldasu red).
Sedangkan daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara ( Labura ) belum memiliki Mapolresnya dan masih tunduk kewilayah hukum Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara.

Bukan rahasia umum lagi ditiga Kabupaten ini. Tidak heran bila orang ( Masyarakat ) melihat ada disetiap lingkungan di Desa – Desa dan Dikelurahan – Kelurahan adanya terlihat aktivitas banyaknya warga yang terpantau lalu – lalang dan keluar – masuk bahwa hal tersebut sudah terbiasa bagi warga masyarakat sekitar lingkungannya masing masing didaerah itu alias tahu sama tahu atau lebih baik diam demi keselamatan dirinya yang bertempat tinggal dilingkungan itu.

Catatan Jurnalis media online Cakra86.id, ditiga Kabupaten yang disebut Kabupaten Labuhanbatu Raya ( Labuhanbatu, Labura dan Labusel ) ini bisnis peredaran Narkoba jenis sabu sabu tersebut tidak pernah putus mata rantainya. Dan, masyarakat didaerah Kabupaten Labuhanbatu Raya Provinsi Sumatera Utara, lebih kurang hampir mencapai 40 persen (Belum ada persentasenya red ) setiap harinya mengkomsumsi Narkotika jenis Sabu Sabu.

Sebab, perihal itu dipantau Jurnalis media Cakra86.id, ditiga Kabupaten Labuhanbatu Raya (Labuhanbatu, Labura dan Labusel) banyak terdapat yang disebut titik titik tempat lokasi transaksi jual beli Narkotika jenis Sabu Sabu tersebut, tampa ada halangan ataupun larangan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, Kepala Lingkungan, Kepala desa, Kepala Kelurahan, Kecamatan dan bahkan pihak aparat penegak hukum (APH) seperti Polsek – Polsek dan Polres Labuhanbatu Selatan dan Polres Labuhanbatu Induk Provinsi Sumatera Utara ( Poldasu ).

Sehingga, menimbulkan polemik bagi masyarakat yang tidak menerima dan tidak suka serta membenci adanya dugaan kebebasan transaksi yang diduga Narkotika jenis Sabu Sabu tersebut ditengah tengah kehidupan masyarakat yang taat beragama.

Namun, bisnis barang haram Illegal yang dilarang oleh Undang Undang dan Pemerintah RI itu tetap berjalan waktu demi waktu, didaerah Kabupaten Labuhanbatu Raya cukup Pantastik. Konon pasalnya, belakangan terhembus adanya dugaan Keterlibatan oknum oknum tertentu didalam mengkelola Bisnis barang Narkoba jenis Sabu Sabu tersebut di Kabupaten Labuhanbatu Raya Provinsi Sumatera Utara.

Bahkan, terpetik oleh beberapa media Jurnalis sebagai kuli tinta, bahwa dugaan adanya oknum oknum tertentu terlibat menjalankan Bisnis Narkoba, terkait perebutan lokasi titik titik meja untuk buka lapak transaksi jual beli yang diduga Narkoba jenis sabu sabu tersebut didaerah Kabupaten Labuhanbatu.

Kepengaruhan oknum oknum tertentu yang memakai Embel Embel Negara itu, untuk membeking suatu yang Illegal seperti halnya Narkoba (Narkotika red ) tentu sedikit banyaknya sangat mengejutkan para kuli tinta yaitu Wartawan.

Kononnya, munculnya oknum oknum tingkat tinggi ini, disebabkan, adanya Bandar ( Si Bos ) yang kononnya, ada dua orang nama si Bos disebut sebut khususnya di Kabupaten Labuhanbatu induk. Dan, kononnya lagi kedua orang yang disebut si Bos itu, baru pulang, mungkin dari Perantauan dan diperlukan pengawalan. Akhirnya, ada dua kubu pengawalan oleh oknum tertentu untuk kembangkan sayap meja titik titik di Labuhanbatu punya si Bos. Bahkan, kononnya dah melebar ke Kabupaten Labusel.

Sebab, kononnya nih, kedua si Bos yang cukup terkenal di Kabupaten Labuhanbatu Raya Provinsi Sumatera Utara ini, mempunyai prestasi yang cukup dikenal dan saat ini banyak membawa oleh oleh untuk dilakukan Bisnis didaerah Kabupaten Labuhanbatu Raya Provinsi Sumatera Utara.

Pantauan Jurnalis, pada bulan Maret 2024, ditiga Kabupaten, Labuhanbatu, Labura dan Labusel Provinsi Sumatera Utara ada mencapai 40 an lokasi meja titik yang diduga sebagai tempat transaksi jual beli Narkoba jenis sabu sabu. Dan, semua aman serta terkendali tidak ada gangguan juga tindakan Penggbrekan dan Penangkapan oleh APH. tim Cakra86.id Labuhanbatu Raya.

Labuhanbatu, Minggu 31 Maret 2024
Berita : Tim Cakra86.id.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jajaran Pengurus DPC-KWRI Kabupaten Pringsewu Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H 2024

16 Juni 2024 - 02:34 WIB

Sukses, BLT-DD Pekon Sidodadi disalurkan Sesuai Jumlah KPM

15 Juni 2024 - 07:15 WIB

Sukses, Dana Desa Tahap Satu Sidodadi Bagun Jalan Lapen dan Gorong-gorong

14 Juni 2024 - 10:39 WIB

Pemerintahan Pekon Neglasari Laksanakan PMT Anak Sunting Dan Ibu Hamil

13 Juni 2024 - 12:04 WIB

Pembangunan Tembok Penahan Tanah Dusun 1 Jalan Cendrawasi Pekon Wonosari Dilaksanakan

13 Juni 2024 - 12:01 WIB

Sukses Pekon Ambarawa Salurkan Beras Bantuan ke 379 KPM

13 Juni 2024 - 11:59 WIB

Trending di Headline

Sorry. No data so far.