Menu

Mode Gelap

Headline · 1 Feb 2022 12:08 WIB

Derita Penyempitan Pembuluh Otak, Bocah asal Pagelaran Utara Butuh Uluran Tangan


					Derita Penyempitan Pembuluh Otak, Bocah asal Pagelaran Utara Butuh Uluran Tangan Perbesar

Cakra86.ID, Pringsewu – Sungguh memprihatinkan nasib Haikal Rava Azizan, bocah berusia 8 tahun di Pekon Giritunggal, Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu ini. Lantaran sejak bayi ia mengidap penyakit penyempitan pembuluh otak.

Akibat penyakit tersebut, putra pasangan Nurcahyo dan Eva Yuliana itu hanya berbaring ditempat tidurnya karena tidak mampu untuk berdiri. Sehingga mengundang keprihatinan kita semua.

Mereka sejak awal telah berusaha membawa Haikal sapaan akrab bocah itu ke pihak medis berharap kesembuhan sehingga dapat melihat anaknya berkembang normal.

Namun karena kondisi keuangan mereka, lantaran mereka hanya bekerja berjualan sayur-sayuran dan usaha lainnya, sehingga saat ini hanya berharap mukzijat dari Yang Maha Kuasa.

Atas keprihatinan itu juga, pendamping sosial bersama dengan Davit Segara Ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Pringsewu datang berkunjung guna berupaya penyembuhan bocah tersebut.

Nurcahyo mengungkapkan, putranya sejak lahir telah divonis dokter mengalami gejala penyempitan otak dan menurut dokter juga otak syaraf bagian belakang sudah tidak berkembang.

“Sejak lahir, hingga berumur dibawah setahun anak saya dibawa ke dokter setiap tiga hari sekali,” kata Nurcahyo ditemui di kediamannya, Selasa (1/2/22).

Ia mengaku, setelah berumur setahun tidak juga mengalami perubahan, sehingga ia hanya pasrah kepada Yang Maha Kuasa, namun ia tetap berusaha melalui alternatif dan obat-obatan herbal.

“Upaya sebenarnya sudah banyak, baik dari medis hingga alternatif serta herbal sudah dicoba,” lirihnya.

Untuk saat ini, Nurcahyo tetap optimis dalam merawat anaknya baik makan, susu dan pampers sehari-harinya sebab dia yakin Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan jalan.

“Kalo sejujurnya, pokoknya yang Kuasa tetap memberi. Kalo kebutuhan anak saya setiap harinya, anak saya sehari-hari makan bubur sun 2-3 bungkus dikali 3, susunya dalam 1 minggu, pampersnya. Alhamdulillah setiap bulan ada saja rezeki,” ucapnya.

Pun demikian, Nurcahyo tidak akan menampik jika pemerintah ataupun dermawan yang bersedia membantu meringankan bebannya.

“Tapi apabila ada dari instansi pemerintah ada (bantuan), saya bersyukur. Seenggaknya bisa meringankan beban kami,” tutupnya.

Atas kondisi bocah dan keluarga Nurcahyo, Agus selaku Pendamping Dinas Sosial Kecamatan Pagelaran Utara, mengaku akan meminta bantuan dinas sosial dari, yakni bantuan tidak terduga.

“Dan selanjutnya, dari hal itu bisa memperingan keluarga Nurcahyo dan Haikal,” ucapnya.

Kesempatan itu, Davit Segara yang juga pemerhati sosial selaku ketua KWRI Pringsewu berharap adanya bantuan pemerintah terhadap Haikal. “Kami berharap perhatian pemerintah untuk kehidupan sehari-harinya, seperti yang disampaikan pendamping dinas sosial tadi,” harapnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jajaran Pengurus DPC-KWRI Kabupaten Pringsewu Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H 2024

16 Juni 2024 - 02:34 WIB

Sukses, BLT-DD Pekon Sidodadi disalurkan Sesuai Jumlah KPM

15 Juni 2024 - 07:15 WIB

Sukses, Dana Desa Tahap Satu Sidodadi Bagun Jalan Lapen dan Gorong-gorong

14 Juni 2024 - 10:39 WIB

Pemerintahan Pekon Neglasari Laksanakan PMT Anak Sunting Dan Ibu Hamil

13 Juni 2024 - 12:04 WIB

Pembangunan Tembok Penahan Tanah Dusun 1 Jalan Cendrawasi Pekon Wonosari Dilaksanakan

13 Juni 2024 - 12:01 WIB

Sukses Pekon Ambarawa Salurkan Beras Bantuan ke 379 KPM

13 Juni 2024 - 11:59 WIB

Trending di Headline

Sorry. No data so far.