Menu

Mode Gelap

Headline · 11 Feb 2022 09:20 WIB

Gawat, Muncul Proyek “Bodong” di Dinas PUPR Labuhanbatu.


					Gawat, Muncul Proyek “Bodong” di Dinas PUPR Labuhanbatu. Perbesar

Keterangan : fhoto Pemutusan Kontrak sepihak oleh Dinas PUPR Labuhanbatu

 

Cakra86.id, Labuhanbatu – Terasa mimpi disiang bolong dan kecewa yang dirasakan oleh rekanan kontraktor PT Raja Batu Abadi. Pasalnya, proyek infrastruktur jalan dengan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (.DAK ) tahun anggaran 2021, kemaren dan judul paket proyek yaitu Peningkatan Jalan Bandar Tinggi – Padang Haloban Sibargot Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu volume anggaran Rp 7,2 milyar, dan telah dimenangkan tender lelang oleh PT Raja Batu Abadi ternyata paket proyek DAK 2021 tersebut adalah “Bodong”,. Sebab, setelah proyek dikerjakan oleh PT Raja Batu Abadi dilapangan mencapai 70 persen, sejak bulan Oktober 2021, sesuai keterangan dari rekanan kontraktor PT Raja Batu Abadi.

Namun, pejabat Plt Dinas PUPR Labuhanbatu Ir M Safrin melakukan pemutusan kontrak kepada PT Raja Batu Abadi dengan nomor 640/1123/ DPUPR-II/2021 dan surat Plt Kadis PUPR Labuhanbatu nomor 620/1104/DPUPR-II/LB/2021 tanggal 03 Nopember 2021 tentang pemutusan kontrak dan surat nomor 620/1060/DPUPR-II/LB/2021 tertanggal 25 Oktober 2021 yaitu Tentang Penghentian Kegiatan.

Adapun alasan yang dikemukakan oleh Dinas PUPR Labuhanbatu kepada PT Raja Batu Abadi, adanya keterlambatan untuk pekerjaan Peningkatan Jalan Bandar Tinggi Padang Haloban Sibargot Kecamatan Bilah Barat Labuhanbatu berdasarkan berita acara SCM/Show Couse Meeting nomor 620/07/PPTK – DAK /BBM/DPUPR – II /2021 tanggal 23 September 2021. Dan, selanjut surat berita acara yang sama tentang alasan keterlambatan pekerjaan. Perihal tersebut, maka pejabat PPK Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu selaku pengawas serta orang yang bertanggungjawab dalam hal pelaksanaan pekerjaan proyek Peningkatan Jalan Bandar Tinggi Padang Haloban Sibargot Kecamatan Bilah Barat Labuhanbatu sumber DAK TA 2021 dengan pagu Rp 7,2 milyar tersebut,.PPK memutuskan Kontrak sepihak dengan PT Raja Batu Abadi tertanggal 19 Oktober 2021.

Terpisah, Sekdakab Labuhanbatu Ir H M Yusuf Siagian dalam menanggapi tentang permasahan putus kontrak yang dilakukan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Labuhanbatu Ir M Safrin MSi dan pejabat PPK Dinas PUPR Labuhanbatu Rizaldi, menyebutkan, “Kalau terkait pemutusan kontrak PT Raja Batu Abadi. Tanya kepada Kepala Dinasnya. Kenapa diputus kontrak dan tentu ada penyebabnya”, kata Sekdakab, Kamis (10/02/2022).

Sekdakab H M Yusuf Sigian melanjutkan, kalau terkait ucapan Kepala dinas PUPR Safrin tentang Time Schedule itu. Tentu ada tahapan tahapan dari pelaksanaan perencanaan pekerjaan dilapangan dan sebagainya seseuai ketentuan tahapan itu.

“Lebih rincinya, Kepala dinas PU nya lah dikonfirmasi. Apa lagi terkait kontrak rekanan tersebut. Manalah tahu kita sejauh mana pekerjaan dilapangan. Dan, terkait tentang anggaran DAK PUPR Labuhanbatu tahun anggaran 2021 yang tidak terserap. Itu betul dan uangnya ditarik kembali ke Pusat”, ucap Sekdakab Labuhanbatu menjelaskan.

Menurut rekanan PT Raja Batu Abadi kepada media ini, bahwa pemutusan kontrak oleh pejabat PPK Dinas PUPR Labuhanbatu bersama Plt Kadis PUPR M Safrin tersebut adalah cacat hukum. Sebab, kontrak PT Raja Batu Abadi dengan nomor kontrak 620/750/Kontrak /DAK/DPUPR-II/2021 tanggal 28 Juli 2021 dan masa berlaku Kontrak PT Raja Batu Abadi tertanggal 08 November 2021.

“Kontrak masih belum habis masa berlakunya dan masih ada waktu pekerjaan yang berlebih. Lalu, kenapa pejabat Dinas PUPR Labuhanbatu melakukan Putus Kontrak”, ungkap rekanan PT Raja Batu Abadi.

Menurut rekanan itu lagi, bahwa terkait tentang berita berita acara dilapangan sudah kita kerjakan dan laksanakan sesuai target. Terbukti, dibulan pertengahan bulan Oktober 2021, PT Raja Batu Abadi telah menyelesaikan pekerjaan,.menurut perhitungan kami,.mencapai 70 persen dan sesuai dengan yang ada difhoto bapak awak media, yang tinjau langsung kelapangan. “Ya, seperti itulah tercapainya pekerjaan yang sudah kita capai dilapangan dan tinggal masuk aspal Hotmix lalu tinggal kita siram aspal. Satu hari selesai itu kan pak media. Koq katanya,.alasan ada keterlambatan, yang mana. Itu dah tinggal siram aspal dibulan Oktober 2021. Tapi, diperintahkan Plt Kadis PUPR Safrin untuk menghentikan segala kegiatan dari pekerjaan Peningkatan Jalan Bandar Tinggi Padang Haloban Sibargot Kecamatan Bilah Barat tersebut. Ya,.kitapun berhentilah kerja”, ucap rekanan PT Raja Batu Abadi, geram dan kesal.

Dikatakannya lagi, bahwa hasil pekerjaan proyek itu mau dibayar oleh pihak Dinas PUPR Labuhanbatu hanya 6 persen dari nilai pagu anggaran DAK Rp 7,2 milyar tersebut. “Manalah mau kita itu pak. Kita saja sudah habis mencapai 3 milyar lebih pekerjaannya. Kan bisa dilihat sudah berapa persen kerjaan kita itu. Jangan asal bayar aja. Saya tolak itu,.kalau perlu kami bongkar kembali jalan yang kami kerjakan itu”, kata Rekana PT Raja Batu Abadi, kesal.

Disebut sebut lagi, bahwa asal muasalnya kejadia seperti Monopoli Proyek ini adalah,.adanya salah seorang kontraktor berinsial As (EF red ) sebagai pemilik Perusahaan PT BKA ( Binaan Kontruksi Abadi ) di Kabupaten Labuhanbatu dan cukup terkenal sejak tersandung di KPK. Dan, ceritanya PT Raja Batu Abadi pada sewaktu tender dibuka ditahun anggaran 2021 kemaren itu, PT Raja Batu Abadi memenangkan tender yaitu Peningkatan Jalan Bandar Tinggi Padang Haloban Sibargot Kecamatan Bilah Barat Labuhanbatu yang sumber anggaranya berasal dari Dana Aloksi Khusus (DAK) 2021 Rp 7,2 milyar.

Dan, disebut sebut lagi, bahwa PT BKA melakukan Gugatan tender tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan terpetik khabarnya bahwa hasil PTUN tersebut dimenangkan oleh PT Raja Batu Abadi sebagai pemenang tender Peningkatan Jalan Bandar Tinggi Padang Haloban Sibargot Kecamatan Bilah Barat Labuhanbatu tersebut.

“Sudah PTUN dan kita menang di PTUN. Mau apa lagi. Inikan dah masuk ranah Politik dan mau me Monopoli semua proyek kita yang menang tender kemaren itu,.diputus kontraknya. Kalau yang kecil kecil tidak apa lah. Ini yang besar besar. Ada 3,5 Milyar dan ini 7,2 milyar. Mau menghancurkan mereka itu namanya kepada pengusaha dan mentang lah. Dah payah kita menjabarkannya”, pungkasnya PT Raja Batu Abadi mengakhiri.

(Moratua Tanjung)

Artikel ini telah dibaca 252 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jajaran Pengurus DPC-KWRI Kabupaten Pringsewu Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H 2024

16 Juni 2024 - 02:34 WIB

Sukses, BLT-DD Pekon Sidodadi disalurkan Sesuai Jumlah KPM

15 Juni 2024 - 07:15 WIB

Sukses, Dana Desa Tahap Satu Sidodadi Bagun Jalan Lapen dan Gorong-gorong

14 Juni 2024 - 10:39 WIB

Pemerintahan Pekon Neglasari Laksanakan PMT Anak Sunting Dan Ibu Hamil

13 Juni 2024 - 12:04 WIB

Pembangunan Tembok Penahan Tanah Dusun 1 Jalan Cendrawasi Pekon Wonosari Dilaksanakan

13 Juni 2024 - 12:01 WIB

Sukses Pekon Ambarawa Salurkan Beras Bantuan ke 379 KPM

13 Juni 2024 - 11:59 WIB

Trending di Headline

Sorry. No data so far.