Menu

Mode Gelap

Korupsi · 9 Jun 2022 01:08 WIB

Kasus Korupsi Lahan Rusun di Cengkareng, Bareskrim Amankan Aset Senilai Rp 700 Miliar


					Kasus Korupsi Lahan Rusun di Cengkareng, Bareskrim Amankan Aset Senilai Rp 700 Miliar Perbesar

Cakra86.id | Jakarta –  Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditipidkor) Bareskrim Polri melakukan penyitaan aset senilai Rp 700 miliar terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan rumah susun (rusun) di Cengkareng, Jakarta Barat.

Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo menyampaikan, penyitaan aset ini merupakan upaya Polri untuk mengembalikan keuangan negara akibat dikorupsi.

“Jadi, kalau kita melihat, ini kerugian keuangan negara dari sekitar Rp 650 miliar, tapi kita melakukan asset recovery itu sekitar Rp 700 miliar,” kata Cahyono saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Rabu (8/6).

Adapun aset yang disita ini, Cahyono mengungkapkan terkait dengan dua tersangka yaitu mantan Kepala Bidang Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Sukmana lalu Rudy Hartono Iskandar selaku pihak swasta.

Dia menyebut ada dugaan korupsi dilakukan dalam sistem korporasi.

“Terdapat fakta yang kita temukan bahwa uang hasil kejahatan berada dalam sistem korporasi. Di mana korporasi ini dikuasai atau dikendalikan oleh yang bersangkutan,” ungkap Cahyono.

Tak puas, Cahyono menambahkan, kini pihaknya tengah memburu adanya dugaan adanya aset tersangka yang disembunyikan di luar negeri. Untuk mendalami ini, Polri juga telah melakukan koordinasi dengan otoritas negara terkait.

“Untuk aset-aset yang terkait dengan bukti ada transfer ke luar negeri, kita masih mendalami juga. Tentunya nanti kita akan update berikutnya. Karena ini menyangkut ada beberapa negara. Kita sudah lakukan upaya dengan otoritas di luar negeri dalam rangka mendalami dan pengejaran terhadap aset tersebut,” ujarnya.

Diketahui, berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/656/VI/2016/Bareskrim, tanggal 27 Juni 2016 Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini.

Adapun tersangka diduga terlibat dugaan korupsi pengadaan tanah seluas 4,69 hektare di Cengkareng untuk pembangunan rusun oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah (DPGP) DKI Jakarta tahun anggaran 2015 saat Gubernur DKI dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

(Hms/FRN/Hbi)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pembangunan Pamsimas Rp 400 Juta Dikelurahan Perdamean Ransel Mubajir Diminta Diperiksa APH.

7 Februari 2024 - 05:03 WIB

Kepala Bapenda Labuhanbatu Belum Optimal Melaksanakan Omzet Pendapatan Pajak Daerah.

6 Februari 2024 - 05:19 WIB

Proyek Bronjong BKP TA 2023 Rp 1,2 M Dinas PUPR Labuhanbatu Diduga Mangkrak.

5 Februari 2024 - 10:29 WIB

Pidmil Kejati Sumut Limpahkan Perkara Koneksitas Korupsi Rp. 50 M ke PN Tipikor Medan

24 Januari 2024 - 05:35 WIB

Aduh..Plt Kadiskes dan Anggota DPRD Labuhanbatu Diduga Terjaring OTT KPK.

11 Januari 2024 - 06:48 WIB

APH Dan Inspektorat Labuhanbatu Terkesan Tutup Mata Terkait Anggaran Jamaah Haji TA 2021 Realisasi Rp 817 Juta Diduga Fiktip.

13 Desember 2023 - 14:58 WIB

Trending di Korupsi

Sorry. No data so far.