Menu

Mode Gelap

Headline · 16 Jan 2023 14:05 WIB

Kepala Pekon Adiluwi Mark’up Dana Desa?


					Gambar Ilustrasi (sumber google) Perbesar

Gambar Ilustrasi (sumber google)

PRINGSEWU, Cakra86 – Penggunaan Dana Desa harus diawasi dengan baik. Dana desa jumlahnya sangat besar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu harus dikelola dengan benar dan direncanakan dengan baik. Dana besar diharapkan bisa membuat perputaran uang ada di masyarakat bawah atau di tingkat desa. Dengan perputaran dana desa, kesejahteraan rakyat bisa meningkat dan daya beli rakyat di desa semakin naik.

Hal itu disampaikan langsung oleh presiden republik Indonesia Joko Widodo  berkaitan dengan makin banyaknya kasus korupsi dana desa, seperti dikutip tempo.co.

Sementara itu, Program ketahanan pangan termasuk merupakan skala prioritas dalam penggunaan dana desa. Hal itu tertulis dalam Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 diatur dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021. Termasuk juga infrastruktur tertuang dalam peraturan tersebut.

Peraturan tersebut seyogyanya dapat memaksimalkan pemanfaatan dana desa agar tepat sasaran. Selain itu juga dana desa yang digelontarkan dengan nilai yang cukup fantastis diharapkan dapat menunjang laju pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Namun nampaknya peraturan tersebut tidak maksimal dilaksanakan oleh pemerintah Pekon Adiluwi kecamatan Adiluwi kabupaten Pringsewu.

Di Pekon Adiluwi terdapat beberapa kejanggalan pada pelaksanaan realisasi dana Desa.

Selain ditahun 2021, terdapat juga beberapa kejanggalan pada beberapa item ditahun anggaran 2022.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan wartawan ini dilapangan terdapat beberapa item kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah Pekon namun tidak sesuai dengan besarnya kisaran anggaran pembiayaan.

Berdasarkan temuan tersebut kepala Pekon Adiluwi diduga melakukan Mark’up pada realisasi Dana Desa baik ditahun anggaran 2021 maupun ditahun anggaran 2022.

Adapun pelaksanaan yang diduga tidak sesuai dengan besarnya pembiayaan yang kucurkan antara lain :

1. Pembuatan ,pengelolaan  instalasi jaringan website dengan jumlah biaya sebesar Rp. 39.18.000.

2. Pemeliharaan sarana jalan desa dan gorong gorong ( PKT ) dengan jumlah biaya sebesar Rp.11.850.000

3. Penanggulangan bencana,( oprasional penanggulangan bencana dengan jumlah biaya sebesar Rp.75.209.387.

4. Belanja  dan pengelolaan dan pembuatan poster baliho imformasi ke masyarakat  ( desa pintar dengan jumlah biaya sebesar Rp.32.931.500

5. Pembangunan /rehabilitasi  peningkatan prasarana jalan desa ( drainase Rt 014 rw 03 ) dengan jumlah biaya sebesar Rp. 100.535.000

6. Prasarana jalan desa dan gorong gorong rt10 rw 02 ( A ) dengan jumlah biaya sebesar Rp. 7.556 000

7. Prasarana jalan desa dan gorong gorong dan jalan lain nya di Rt 10 rw 02 ( B ) dengan jumlah biaya sebesar Rp.7.776.000

8. Pembangunan dan pembuatan jalan usaha tani ( penimbunan jalan usaha tani )rt 06 rw 02, dengan jumlah biaya sebesar Rp. 23 480.000.

9. Pembukaan jalan usaha tani Rt 03 rw 01 dengan jumlah biaya sebesar Rp 29. 800.000

10. Pembangunan jalan usaha tani ( pembukaan jalan usaha tani ) rt 03 ke rt 04 rw 01, dengan jumlah biaya sebesar Rp 23.100 000.

11. Belanja pengadaan perpustakaan digital dengan jumlah biaya sebesar Rp 30.000 000.

Adapun dari 11 item tersebut terdapat kejanggalan yang paling dominan, yaitu pada pengadaan perpustakaan digital. Dimana pada pembiayaan 30 juta tersebut hanya terdapat pembelanjaan satu keping kaset CD.

Hingga berita ini ditayangkan kepala Pekon adiluwih Sutris belum berhasil dikonfirmasi.

Ketika ditemui di kantornya tidak berada di tempat. Saat suhu via telepon maupun WhatsApp pribadinya di 0813-6809-xxxx tidak merespon. Dikonfirmasi melalui via WhatsApp hanya membalas singkat namun tidak sesuai dengan pertanyaan,

” Oke siap, dan posisi masih di luar, “tulis Sutris.

Berdasarkan keterangan warga berinisial SR menyebut bahwa kepala Pekon Adiluwih jarang berada di kantor atau jarang kantor.

“kepala Pekon memang jarang ngantor, “ucap SR. (Tim)

Artikel ini telah dibaca 508 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jajaran Pengurus DPC-KWRI Kabupaten Pringsewu Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H 2024

16 Juni 2024 - 02:34 WIB

Sukses, BLT-DD Pekon Sidodadi disalurkan Sesuai Jumlah KPM

15 Juni 2024 - 07:15 WIB

Sukses, Dana Desa Tahap Satu Sidodadi Bagun Jalan Lapen dan Gorong-gorong

14 Juni 2024 - 10:39 WIB

Pemerintahan Pekon Neglasari Laksanakan PMT Anak Sunting Dan Ibu Hamil

13 Juni 2024 - 12:04 WIB

Pembangunan Tembok Penahan Tanah Dusun 1 Jalan Cendrawasi Pekon Wonosari Dilaksanakan

13 Juni 2024 - 12:01 WIB

Sukses Pekon Ambarawa Salurkan Beras Bantuan ke 379 KPM

13 Juni 2024 - 11:59 WIB

Trending di Headline

Sorry. No data so far.