Menu

Mode Gelap

Headline · 23 Mar 2022 15:26 WIB

Pembunuh Ayah Kandung di Pesawaran Divonis 15 Tahun Penjara, Penasehat Hukum Terdakwa Pikir-Pikir


					Pembunuh Ayah Kandung di Pesawaran Divonis 15 Tahun Penjara, Penasehat Hukum Terdakwa Pikir-Pikir Perbesar

Cakra86.ID, Pesawaran – Hakim yang menyidangkan terdakwa pembunuhan anak terhadap ayah kandung yang jasad nya ditemukan dirumah diwilayah Kecamatan kedondong, dengan kondisi leher terikat tali beberapa waktu lalu, memvonis 15 tahun penjara.

Sidang dilakukan secara online dimasa pandemi guna meminimalisir penyebaran Covid-19, dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Gedongtataan Zoya Haspita SH, MH

Terdakwa berinisial UB (35 tahun) , diputus dalam sidang putusan pada hari ini, Selasa (22/3/22).

Sebelumnya tuntutan JPU adalah 15 Tahun dan menerapkan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana kurungan dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun .

Selanjutnya UB yang divonis 15 tahun, didampingi Penasehat Hukum dari LBH Cahaya Keadilan : DR (Can) Nurul Hidayah SH MH , Andri Kurniawan SH , Made adil yudawan SH dan Indra hadi wardoyo SH masih pikir-pikir atas vonis tersebut begitupun JPU masih pikir-pikir .

“Hakim memberikan waktu kepada kami selama 7 hari untuk berkordinasi dengan terdakwa UB karena kami selaku PH masih pikir-pikir,” kata Andri Kurniawan kepada awak media Rabu (22/3) malam.

Tim penasehat hukum terdakwa UB beralasan masih pikir-pikir atas vonis 15 tahun kurang tepat untuk kliennya sebab sebelumnya telah membuat pledoi dan menghadirkan saksi-saksi yang meringankan.”tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang anak menghabisi nyawa ayah kandung terjadi di Kabupaten Pesawaran.

Awalnya kematian seorang ayah ini dilaporkan karena tindakan mengakhiri hidup sendiri.

Namun petugas mengendus adanya kejanggalan yang pada akhirnya membongkar peristiwa pembunuhan yang dilakukan anak kandung.

Korban, Muhammad Yamin (76) warga Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat, Jakarta.

Sedangkan pelakunya, Ubay (35) warga Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.

Ubay merupakan anak kandung dari Muhammad Yamin.

Sedangkan Muhammad Yamin berada di kediaman Ubay sejak lima bulan sebelumnya.

Kapolsek Kedondong AKP Amin Rusbahadi mengungkapkan pembunuhan itu dilakukan dengan cara memukul korban dengan satu unit alat serutan es yang terbuat dari kayu balok warna cokelat.

Kayu itu dengan tempelan fiber warna hijau di bungkus plastik bening mengenai bagian belakang kepala korban hingga korban jatuh.

“Ketika korban jatuh, pelaku mengambil seutas tali rafia berwarna hitam lalu menjerat leher korban hingga korban meninggal dunia,” ungkap Amin mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, Selasa, 28 September 2021.

Tidak sampai disitu, pelaku Ubay menggantung korban dengan menggunakan tali rafia dengan mengikat leher korban.

Lalu pelaku menggantungnya di kaso atap genteng rumah di bagian dapur rumah pelaku.

Upaya itu dilakukan untuk menyamarkan perbuatan Ubay, agar kematian ayahnya seolah-olah terjadi akibat mengkahiri hidup sendiri.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 26 September 2021 pukul 14.30 WIB.

Atas peristiwa itu, akhirnya polisi berhasil mengungkap bahwa UB melakukan pembunuhan tersebut. (Red)

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jajaran Pengurus DPC-KWRI Kabupaten Pringsewu Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H 2024

16 Juni 2024 - 02:34 WIB

Sukses, BLT-DD Pekon Sidodadi disalurkan Sesuai Jumlah KPM

15 Juni 2024 - 07:15 WIB

Sukses, Dana Desa Tahap Satu Sidodadi Bagun Jalan Lapen dan Gorong-gorong

14 Juni 2024 - 10:39 WIB

Pemerintahan Pekon Neglasari Laksanakan PMT Anak Sunting Dan Ibu Hamil

13 Juni 2024 - 12:04 WIB

Pembangunan Tembok Penahan Tanah Dusun 1 Jalan Cendrawasi Pekon Wonosari Dilaksanakan

13 Juni 2024 - 12:01 WIB

Sukses Pekon Ambarawa Salurkan Beras Bantuan ke 379 KPM

13 Juni 2024 - 11:59 WIB

Trending di Headline

Sorry. No data so far.