Menu

Mode Gelap

Headline · 9 Apr 2022 02:33 WIB

Tanah Bengkok di Pekon Rejosari Berujung Lapor Polisi


					Tanah Bengkok di Pekon Rejosari Berujung Lapor Polisi Perbesar

Cakra86.ID, PRINGSEWU – Modus tukar guling tanah bengkok di Pekon Rejosari Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu memasuki babak baru.

Tuntutan untuk mengembalikan tanah bengkok oleh aparatur Pekon tidak dipenuhi, akhirnya, warga yang tergabung dalam paguyuban warga pertahankan aset desa (tanah bengkok) kali ini menempuh upaya hukum.

Perwakilan warga mendatangi sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Pringsewu, melaporkan aparatur Pekon beserta pihak yang terlibat pada tukar guling tanah bengkok di Pekon Rejosari.

Sebelumnya, proses mediasi berulang kali dilakukan.

Termasukmendatangi kantor inspektorat kabupaten Pringsewu, namun tuntutan warga untuk meminta tanah seluas 5300 meter agar bisa dikembalikan oleh aparatur pekon, belum juga terpenuhi.

Peroses mediasi berujung pemanggilan terhadap perwakilan warga tertanggal 24 maret.

Setelah itu, kedatangan perwakilan warga meminta hasil penyidikan inspektorat yang sebelumnya dijanjikan 12 hari.

Menurut mereka, sampai limit yang ditentukan atau dijanjikan, pihak inspektorat belum juga memberi kepuasan.

Akhirnya warga memutuskan menempuh upaya hukum, berharap tuntutan mereka terpenuhi, dan hukum ditegakkan seadil-adilnya.

Warga menyebut persoalan tanah bengkok di Pekon Rejosari bukanlah tukar guling, melainkan, modus yang pakai oleh pihak aparatur Pekon dalam praktek jual beli tanah aset Desa (Bengkok) tersebut.

” Kedatangan kami ke SPKT Polres Pringsewu untuk melaporkan kejadian kejadian jual beli tanah bengkok Rejosari atau yang hari ini disebut sebagai tukar guling oleh panitia. Alhamdulillah direspon dengan baik oleh pihak Polres dan insya Allah akan segera ditindak.
Sebelumnya upaya mediasi sudah 3 kali dilakukan, pernah kita dua kali ke inspektorat termasuk tadi siang namun inspektorat kita belum menemukan jawaban tapi tetap pihak inspektorat juga mengusahakan secara penyuluhan melalui pembinaan tapi kita disini mengupayakan secara hukum, “ungkap Selamet perwakilan warga saat ditemui di Mapolres Pringsewu, Jumat (8/4/22).

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pringsewu Andi Purwanto belum bisa memberi kepuasan, sementara, pihaknya sedang mempelajari berkas yang ada,

“Saya tidak bisa terburu-buru mengambil keputusan. Apabila saya salahkan Kakon dan berakhir pemberhentian, saya kuatir akan ada tuntutan balik melalui PTUN. Dan apabila dia menang di PTUN malah berbahaya, “kata Andi.

Untuk diketahui, adapun aduan yang dilayangkan ke Polres Pringsewu sebagai Pelapor Muhammad Tohari, merupakan Ketua Paguyuban Warga Pertahankan Aset Pekon (Bengkok).

Sedangkan, sebagai Terlapor, adalah pemerintah pekon rejosari akibat perbuatan penjualan/ tukar guling/sewa menyewa tanah aset pekon.

Dimana sebelumnya, pada audensi pertama pemerintah pekon mengatakan proses jual beli, audensi kedua berubah menjadi tukar guling dan saat audensi ketiga menjadi sewa menyewa.

Sedangkan, di lahan aset pekon (bengkok) tersebut saat ini, sudah berdiri 2 rumah yang dikelola oleh pihak pengembang perumahan Villa Sejahtera 5. (Tim)

Artikel ini telah dibaca 254 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Plt Bupati lantik Direktur PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu periode 2024-2029.

19 Juli 2024 - 07:35 WIB

Inspektorat Labuhanbatu bersama Polres dan Kejaksaan Negeri lakukan sosialisasi anti korupsi dan gratifikasi.

18 Juli 2024 - 22:13 WIB

Pemkab Labuhanbatu ikuti pembelajaran ASN se Provinsi Sumatera Utara.

18 Juli 2024 - 03:57 WIB

Polda Lampung Terima Laporan Peristiwa Perayaan Perceraian Viral di Pringsewu

17 Juli 2024 - 13:15 WIB

Pj.Bupati Pringsewu dan Pimpinan DPRD Teken Nota Kesepakatan KUA PPAS 2025

17 Juli 2024 - 13:12 WIB

Pemkab Pringsewu Canangkan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

17 Juli 2024 - 13:09 WIB

Trending di Headline

Sorry. No data so far.