Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 3 Jun 2022 19:57 WIB

Tidak Humanis Terhadap Wartawan, Dirut Ancol Diminta Segera Copot Humas Ancol


					Tidak Humanis Terhadap Wartawan, Dirut Ancol Diminta Segera Copot Humas Ancol Perbesar

Cakra86.id | Jakarta – Saat akan dikonfirmasi terkait melonjaknya harga tiket pintu gerbang Ancol pada tanggal 4 juni 2022. yang dinilai terlalu mahal dan Saat akan dikonfirmasi terkait apakah jika Wartawan akan meliput suasana pantai Ancol harus melakukan Registrasi terlebih dulu, Humas Taman Impian Jaya Ancol Aryadi Eko tidak menjawab konfirmasi wartawan.

Menyikapi hal tersebut, Pemimpin Redaksi media nasional mengatakan. Perilaku Aryadi Eko Humas Ancol telah menghambat fungsi dan peran wartawan (Pers) dalam mencari dan menyiarkan informasi kepada publik.

Kehadiran Wartawan untuk meliput merupakan bagian dari Keterbukaan Informasi Publik yang telah diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 tahun 1999 tentang Pers Bab II. pasal 4 ayat (3),” ujar Nurhadi yang biasa disapa dengan sebutan om Black.

Perlu diketahui bahwa Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa setiap Orang berhak untuk memperoleh Informasi.

Informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang dan merupakan bagian penting, Hak untuk memperoleh informasi merupakan Hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting di Negara Demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan Rakyat.

Dasar Hukum Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dibuat Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” tandasnya.

Prilaku Aryadi Eko tidak mencerminkan sebagai Humas dan tidak layak menjadi Humas,” ujar Pemred yang juga aktivis yang selalu menyuarakan kebenaran tentang Pers.

Terkait kebijakan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) yang hanya dibuka untuk penonton Formula E pada 4 Juni 2022 Hal ini tersebut akan merugikan banyak pengunjung (wisatawan) yakni mereka yang hendak menikmati suasana pantai dan tidak bermaksud menonton ajang balap mobil listrik.

Pada tanggal 4 Juni 2022 esok, Ancol membuat kebijakan dan memberlakukan harga tiket masuk Rp. 250 ribu. Pembeli tiket bisa menikmati seluruh unit rekreasi yang ada di Ancol seperti Dunia Fantasi, Seaworld Ancol, Ocean Dream Samudra, dan Atlantis Water Adventures serta menikmati beberapa titik layar besar nonton bareng Jakarta Eprix 2022.
Menyikapi hal tersebut, Ronald Sihotang, SE ketua LSM Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (LSM GRACIA) turut angkat bicara.

Ronald mengatakan, Pada tanggal 4 Juni 2022 esok, Ancol hanya diperuntukan untuk warga kelas atas, Ancol tidak memihak kepada warga kelas menengah kebawah, Ataukah ini merupakan strategy awal untuk menzonasi Ancol mejadi zona kelas ekonomi atas.

Pasalnya, masyarakat yang ingin sekedar berkunjung ke pantai hanya membeli tiket dengan harga Rp 25 ribu, Namun pada tanggal 4 Juni esok masyarakat bawah yang ingin menikmati suasana pantai juga diwajibkan harus membeli tiket sebesar Rp. 250 ribu,

Ketua LSM Gerakan Cinta Indonesia tersebut juga mengatakan, Kebijakan yang diambil oleh management TIJA tersebut dinilai tidak berkeadilan dan ini sangat Dzalim terhadap masyarakat,” ujar Ketua LSM Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA) saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (3/6/2022).

Ronald Sihotang pun menilai Ancol telah membuat kebijakan yang terkesan memaksa pengunjung untuk menonton Formula E. Padahal Ancol merupakan kawasan wisata untuk umum yang terbuka bagi semua kalangan atas maupun kalangan bawah.

Langkah dan kebijakan yang diambil oleh management TIJA tidak lah menjunjung tinggi asas keadilan, Hal tersebut dikarenakan Ancol telah membuat kebijakan ngawur.

Harga tiket sebesar Rp. 250 ribu merupakan nilai yang cukup mahal bagi kalangan menengah ke bawah, terlebih masyarakat sedang sulit secara ekonomi disebabpak efek pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir dan ekonomi masyarakat masih proses pemulihan.

Dengan kondisi ekonomi belum pulih karena efek Pandemi Covid-19, harga tersebut termasuk mahal. “Orang cuma mau ke pantai aja kok, malah dipaksa beli tiket Formula E, sangat lucu menurut saya,” tandasnya.

Hingga berita ini di tayangkan Aryadi Eko Humas Ancol belum juga menjawab konfirmasi dan klarifikasi terkait konfirmasi wartawan.

(Hbi)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua Umum PW-FRN Berharap Peringatan Hari Bhayangkara ke-78 Se-Jawa Timur Memperkuat Hubungan Polisi dan Masyarakat

8 Juni 2024 - 03:57 WIB

Ketum FRN, Agus Flores : 2 Kapolres di Jawa Timur dan Bos Magelang Diduga Miliki Rekening Gendut di Laporkan ke Kapolri

6 Juni 2024 - 10:38 WIB

Ketua PW FRN DPW Banten Minta Bupati Tangerang Awasi Pegawainya Agar Tak Memakai Narkoba

5 Juni 2024 - 16:50 WIB

Kapolri Buka Rakernis Baharkam Polri Tahun 2024 di Makassar

5 Juni 2024 - 09:08 WIB

Hindari PPDB Curang, Ketua FRN DPW Banten Habibi Minta Wartawan Perketat Pengawasan Sekolah Tingkat SD Hingga SLTA

4 Juni 2024 - 16:52 WIB

Ketum PW-FRN Agus Flores: Apresiasi Terhadap Komitmen Polda Sulteng dalam Menyikapi Kasus PT. GPS

4 Juni 2024 - 05:12 WIB

Trending di Peristiwa

Sorry. No data so far.